Pada masa revolusi industri di Inggris, kondisi kelas tani pada saat itu tidak jauh berbeda dengan kondisi kelas buruh pada masa revolusi industri pada umumnya. Dikutip dari teks Engels yang berjudul kondisi kelas Pekerja di Inggris (1845)¹, alih alih menjadi pemilik tanah, para petani ini mengharuskan mereka untuk memperkerjakan diri mereka sebagai buruh terhadap para tuan tanah. Peristiwa ini menjadi salah satu contoh yang mungkin menjadi alasan kaum Komunis untuk memasukan kaum tani dalam "daftar" kelas yang harus dijelaskan. Kaum tani diseluruh dunia semasa revolusi industri, juga mengalami keadaan yang tidak jauh berbeda dengan kondisi di Inggris seperti yang dikemukakan oleh Engels. Karena itu artikel ini akan membahas mengenai hubungan agrikultur dan para tokoh-tokohnya (petani), dengan keadaan sosialis atau Komunisme.
Proletariat Pertanian
Pada tahun 1845, Engels menuliskan sebuah teks yang berjudul "kondisi kelas pekerja di Inggris. Pada teks tersebut, di bab proletariat Pertanian, Engels menjelaskan bagaimana kondisi material dan keadaan para petani-petani kecil yang harus menjadi buruh bagi kaum tuan tanah. dampak Ekonomi pasar luar negeri pada saat itu menyebabkan keadaan menjadi sedemikian rupa, sehingga para petani kecil yang kembali dari perkotaan (hasil dari revolusi industri) harus merelakan ladang ladang yang mereka tinggalkan, dilemparkan bersama sama menjadi pertanian besar. Dan bukannya dapat menjadi pemilik/penyewa, petani petani ini terpaksa memperkerjakan diri mereka sebagai buruh terhadap tuan tanah. Selain itu mereka juga harus menghadapi persaingan yang luar biasa. Perluasan industri mengikuti pertambahan penduduk. Sampai kemajuan manufaktur mulai melambat, konsekuensi yang didapat adalah kesulitan pertanian. Para petani harus menjual jagung mereka dengan harga murah,dan karenya hanya mendapat upah minimum. Beberapa undang undang telah dibuat, namun beberapakali direvisi. Namun tetap saja tidak berhasil mengatasi kesulitan pertanian saat itu. Serangkaian keadaan juga membuat terjadinya krisis yang akhirnya membebankan buruh tani dengan upah yang tidak layak.
Sesaat setelah kebangkitan proletariat pertanian, hubungan tuan tanah dan petani kecil dikembangkan. Sehingga pada masa ini berlangsung, kemiskinan kaum buruh tani tidak terlalu kentara. Tapi pada akhirnya semua berubah. Kaum buruh tani harus menjadi buruh harian (dipekerjakan jika diperlukan). Satu dua hari tidak bekerja dalam sebulan, bisa membuat mereka terjerumus dalam kemiskinan yang lebih parah. Karena itu mereka dipaksa untuk terus-menerus, setiap hari bekerja. Ini terjadi cukup umum pada kisaran tahun 1830an. Para buruh tani hidup dalam keadaan makanan yang sedikit, gubuk gubuk yang kecil, dan tanpa kenyamanan sama sekali. Mereka juga tidak bisa bergabung untuk menaikkan upah karena mereka terpencar-pencar. Hal inilah yang terjadi di Inggris pada saat itu. Dan keadaan para petani kecil inilah yang disebut proletariat pertanian.
Perjuangan kelas petani dalam Marxisme
Konsistensi kelas petani dalam perjuangan proletariat, mulai dipopulerkan oleh Lenin. Saat itu Lenin menulis beberapa Artikel atau teks terkait dengan perjuangan dan penderitaan para petani. Dalam perjuangannya untuk merebut revolusi di Russia, Lenin memasukan kaum petani kecil dalam daftar Proletar. Kondisi kesenjangan dalam pertanian yang terjadi antara kelas tuan tanah dan kelas petani menjadi salah satu alasannya. Ada beberapa tanggapan dari orang awam mengenai kaum petani masa kini. Dimana orang orang ini menganggap kaum tani adalah seorang Borjuis kecil. Karena memiliki alat produksi seperti tanah, cangkul, traktor, dll. Artinya kaum tani gak usah dilibatkan lagi dalam perjuangan Proletar? Jawabannya tidak. Dalam perjuangan Proletar kita juga harus melihat berdasarkan kacamata moral. Meskipun memiliki alat produksi, hidup mereka tidak semudah yang dibayangkan, dimana mereka harus berhadapan dengan biaya jual beli yang dibawah standar, ancaman tanah yang akan diambil pemerintah, dll. Jadi setelah melihat hal ini, kaum tani tetap harus dilibatkan dalam perjuangan kelas seperti yang Lenin lakukan.
Lalu, bagaimanakah kondisi Agraria setelah revolusi Sosialis?
Sistem Sosialisme agraria di Kamboja.
Pertanian kolektif
Umumnya negara Sosialis menganut sistem pertanian kolektif atau pertanian komunal. Apa artinya? Pertanian kolektif adalah sistem produksi pertanian dimana banyak petani menjalankan kepemilikan mereka sebagai suatu perusahaan bersama. Hal ini berbeda dengan yang terjadi di Inggris dalam teks Engels tadi dimana Tanah tanah mereka diambil secara paksa dan memaksa mereka untuk menjadi buruh taninya tuan tanah, dan hanya menikmati sepeser dari hasil produksi yang mereka kerjakan. Dalam sistem pertanian kolektif, para petani menasionalisasi ladang mereka menjadi kepunyaan bersama, yang nantinya hasilnya juga akan dinikmati bersama sama pula. Ada dua jenis pertanian komunal yang umum digunakan. Koperasi pertanian, dimana pemilik anggota bersama-sama terlibat dalam kegiatan pertanian kolektif dan pertanian negara, yang dijalankan langsung oleh pemerintah pusat. Proses nasionalisasi lahan disebut kolektivitas. Di beberapa negara Sosialis ada beberapa negara yang mengelola Agraria sebagai koperasi, dan beberapa juga dikelola oleh pemerintah pusat.
Sosialisme Agraria
Sosialisme Agraria adalah sistem ideologi politik yang menggabungkan gaya hidup Agraria, dengan sistem ekonomi Sosialisme. Jadi seluruh negera mengutamakan ekonomi Agraria, dibandingkan industrial pada umumnya. Sosialisme agraria umumnya menerapkan demografi pra industrial dan non urbanisasi. Penerapan Sosialisme agraria lebih kepada kontrol, kepemilikan, dan kebutuhan lahan. Sistem ini sendiri erat kaitannya dengan pol pot. Dimana pol pot pernah menggunakan sistem ini saat berkuasa di Kamboja pada tahun 1975-1979. Saat itu kondisi Kamboja dalam keadaan setelah dibom habis habisan oleh As, akibat dari perang Indochina. Satu satunya, kota yang selamat adalah phonm phen, yang nantinya digunakan sebagai kota untuk industri. satu satunya hal yang dapat dilakukan adalah menggunakan pertanian, sebagai peningkatan ekonomi awalnya.
Pol pot
Salam persatuan Proletar ☭
Tidak ada komentar:
Posting Komentar