Kabar Ra’yatsime
Motto: Dari rakyat untuk rakyat Tujuan dari Ra'yatisme ialah menciptakan kesatuan dalam ide progresif agar tercapainya sebuah keutuhan.
Agrikultur dalam sistem Komunisme
Pada masa revolusi industri di Inggris, kondisi kelas tani pada saat itu tidak jauh berbeda dengan kondisi kelas buruh pada masa revolusi industri pada umumnya. Dikutip dari teks Engels yang berjudul kondisi kelas Pekerja di Inggris (1845)¹, alih alih menjadi pemilik tanah, para petani ini mengharuskan mereka untuk memperkerjakan diri mereka sebagai buruh terhadap para tuan tanah. Peristiwa ini menjadi salah satu contoh yang mungkin menjadi alasan kaum Komunis untuk memasukan kaum tani dalam "daftar" kelas yang harus dijelaskan. Kaum tani diseluruh dunia semasa revolusi industri, juga mengalami keadaan yang tidak jauh berbeda dengan kondisi di Inggris seperti yang dikemukakan oleh Engels. Karena itu artikel ini akan membahas mengenai hubungan agrikultur dan para tokoh-tokohnya (petani), dengan keadaan sosialis atau Komunisme.
Proletariat Pertanian
Perjuangan kelas petani dalam Marxisme
Lalu, bagaimanakah kondisi Agraria setelah revolusi Sosialis?
Pertanian kolektif
Sosialisme Agraria
Ra'yatisme dan Sosialisme
Ra'yatisme dan sosialisme
Comrade
Pada 18 Maret hingga 26 Mei 1871, terjadi sebuah pemberontakan di Paris Perancis,yang dilakukan oleh kelompok kelas pekerja Paris. Peristiwa ini dikenal dengan nama Komune Paris 1871. Para sejarawan kiri menyebutkan sebagai salah satu episode paling gemilang sekaligus tragis dari kelas pekerja global. Karl Marx mengomentarinya sebagai "hasil perjuangan kaum produsen melawan kelas penghisap, sebuah bentuk politik yang akhirnya ditemukan yang dibawahnya kita dapat menjalankan emansipasi ekonomis kaum buruh". Peristiwa ini, merupakan satu dari sekian banyak peristiwa yang berkaitan dengan Sosialisme. Apa itu Sosialisme? Apakah sebuah ideologi politik? Ataukah sebuah sistem ekonomi yang melibatkan kaum buruh dan kepemilikan bersama? Ataukah Sosialisme itu sama dengan Komunisme? Artikel ini akan membahas mengenai pengertian Sosialisme, sejarah, peristiwa, dan akhirnya hubungan Sosialisme dan Ra'yatisme.
Apa itu Sosialisme?
Secara umum Sosialisme adalah ideologi politik dan sistem sosio-ekonomi yang menganjurkan kepemilikan sosial atas produksi. Kepemilikan sosial merujuk pada berbagai bentuk kepemilikan atas alat produksi. Dan dalam sistem ekonomi sosialis, kepemilikan sosial terdiri dari kepemilikan publik, kepemilikan pekerja, kepemilikan koperasi, kepemilikan warganegara atas ekuitas, kepemilikan umum, dan kepemilikan kolektif. Kaum sosialis melihat kapitalisme adalah suatu sistem yang tidak stabil, dimana akan terjadi kesenjangan antara kaum kaya dan miskin, antara tuan dan pekerja. Karena itu kaum Sosialis menginginkan perubahan, dimana alat alat produksi dan hal hal dalam kepemilikan sosial tersebut dimiliki dan dikelola secara bersama-sama. Para buruh memiliki peranan langsung dalam menjalankan tugas tuas ekonomi, sehingga kesejahteraan buruh dan rakyat terjamin, karena mereka langsung yang turun tangan dalam menjalankan roda ekonomi secara bersama sama. Inilah pengertian sesungguhnya dari sosialisme itu sendiri. Dalam politik, kaum Sosialis diorganisir oleh partai politik, dan menentang politik partai (sistem Multi-Partei). Gerakan politik sosial mencakup serangkaian filsafat politik, yang berasal dari gerakan revolusioner di pertengahan hingga akhir abad 18, dan Karena adanya kepedulian terhadap masalah sosial yang terkait dengan kapitalisme. Pada akhir abad 19, setelah karya Marx dan kolaboratornya Fredrich Engels (komunisme), Sosialisme telah menjadi oposisi terhadap kapitalisme dan menganjurkan sistem pascakapitalis, yang didasarkan pada suatu bentuk kepemilikan atas alat produksi. Lalu apakah bedanya dengan Komunisme? Pada dasarnya, komunisme dan sosialisme merupakan filosofi ekonomi, yang sama sama menganjurkan kepemilikan publik dibanding kepemilikan pribadi. Namun ada beberapa hal mendasar, yang akhirnya membuat sosialisme dan Komunisme berbeda. Komunisme memang sama sama menganggap kapitalisme adalah sistem yang buruk, Dimana akan terjadi pertentangan antara Borjuis (pemilik modal atau tuan tanah) dan Proletar (kaum buruh dan pekerja), dan Komunisme juga sama sama menginginkan agar alat produksi dan kepemilikan sosial dikelola secara bersama, namun dalam Komunisme, semua hal itu nantinya akan mengarah ke masyarakat tanpa negara, tanpa uang, dan tanpa kelas. kondisi inilah yang disebut dengan Komunisme. Marx selaku yang memprakarsai pemikiran ini menganggap sosialisme adalah proses untuk menuju ke suatu masa komunisme. Jadi selama ini seharusnya negara berpaham marxis disebutnya negara "sosialis", bukan negara komunis. Karena dalam kondisi Komunisme, sudah tidak ada lagi negara.
Sejarah Sosialisme
Ra'yatisme dan Sosialis
Pandangan Ra’yatisme terhadap agama
Sosialisme dan agama
Sosialisme Islam
Sosialisme Kristen
Sosialisme Buddha
Sosialisme Yahudi
Marxisme dan agama
Pandangan Ra'yatisme dan Agama
Ra'yatisme vs Konservatifme
Ra'yatisme sangat menolak paham
Pengertian Konservatisme
Hubungan Ra'yatisme dan Konservatifme
Ra’yatisme sangatlah anti terhadap konservatifme. Mengapa Ra’yatisme anti terhadap konservatifme sebab konservatifme ini bisa membatasi / menghilangkan pemikiran pemikiran baru yang justru pro-rakyat. Dalam hal ini Ra’yatisme bukannya membenci tradisi, namun membenci sistem yang mengekang kebebasan pemikiran progresif dan revolusioner.
Konserfativme sendiri adalah pemikiran yang kurang cocok untuk digunakan sebab tetap mempertahankan tradisi tanpa melihat perkembangan zaman. Pemikiran baru yang dapat melindungi kaum miskin dan buruh tentu akan ditentang dan pendeknya, Konserfativme yang membuat ribuan rakyat miskin dan buruh menderita. Karena pemikirannya yang hanya menjaga tradisi dan budaya dan bukan meningkatkan taraf hidup bagi rakyat miskin dan kenaikan upan bagi buruh. Apalagi jika kita lihat kalau paham adat tersebut menerapkan feodalisme sosial dimana terdapat kelas seperti kelas buruh, kelas bangsawan, dll, maka ini sangat bertentangan dengan sosialisme yang tanpa kelas. Saat ini contoh konkrit mengenai Konservatifme yang berkuasa adalah di India, dimana sistem kasta sangat melekat pada masyarakatnya. Kita juga bisa lihat pada masa Konservatifme inilah, kaum Proletar berada di puncak "penderitaan mereka". Dan sosialisme sendiri terbentuk pada masa ini.
Saat ini yang kita perlukan ialah ideologi yang melindungi rakyat miskin dan buruh. Maka dari itu dunia tetap memerlukan ideologi yang pro - rakyat agar bisa memenuhi aspirasi dari rakyat miskin dan buruh dan ideologi yang dapat menciptakan sebuah masyarakat yang makmur. Untuk mencapai itu maka kita tetap memerlukan ra’yatisme untuk mempersatukan semua ideologi sosialis dibawah satu pemikiran. Persatuan ideologi sosialis tersebut nantinya salah satunya akan dipakai untuk memberantas Konservatifme di dunia.
Salam persatuan proletar!
Ra'yatisme. Sejarah, teori, dan tujuan
Comrade
Saat ini, sosialisme/komunisme berada dalam situasi terpecah belah oleh berbagai tendensi dan aliran. Tentu hal ini sangat tidak menguntungkan, mengingat sosialisme dan Komunis harus bersatu, agar tidak mengalami perpecahan dan dapat mengalahkan kapitalisme. Namun untuk mencapai situasi tersebut, dibutuhkan sebuah gagasan atau pemikiran untuk menampung ide ide dari sosialisme/Komunis agar tidak terpecah belah. Oleh karena itu Ra'yatisme pun lahir.