Menu utama

Agrikultur dalam sistem Komunisme


Comrade
 Pada masa revolusi industri di Inggris, kondisi kelas tani pada saat itu tidak jauh berbeda dengan kondisi kelas buruh pada masa revolusi industri pada umumnya. Dikutip dari teks Engels yang berjudul kondisi kelas Pekerja di Inggris (1845)¹, alih alih menjadi pemilik tanah, para petani ini mengharuskan mereka untuk memperkerjakan diri mereka sebagai buruh terhadap para tuan tanah. Peristiwa ini menjadi salah satu contoh yang mungkin menjadi alasan kaum Komunis untuk memasukan kaum tani dalam "daftar" kelas yang harus dijelaskan. Kaum tani diseluruh dunia  semasa revolusi industri, juga mengalami keadaan yang tidak jauh berbeda dengan kondisi di Inggris seperti yang dikemukakan oleh Engels. Karena itu artikel ini akan membahas mengenai hubungan agrikultur dan para tokoh-tokohnya (petani), dengan keadaan sosialis atau Komunisme. 

Proletariat Pertanian

Pada tahun 1845, Engels menuliskan sebuah teks yang berjudul "kondisi kelas pekerja di Inggris. Pada teks tersebut, di bab proletariat Pertanian, Engels menjelaskan bagaimana kondisi material dan keadaan para petani-petani kecil yang harus menjadi buruh bagi kaum tuan tanah. dampak Ekonomi pasar luar negeri pada saat itu menyebabkan keadaan menjadi sedemikian rupa, sehingga para petani kecil yang kembali dari perkotaan (hasil dari revolusi industri) harus merelakan ladang ladang yang mereka tinggalkan, dilemparkan bersama sama menjadi pertanian besar. Dan bukannya dapat menjadi pemilik/penyewa, petani petani ini terpaksa memperkerjakan diri mereka sebagai buruh terhadap tuan tanah. Selain itu mereka juga harus menghadapi persaingan yang luar biasa. Perluasan industri mengikuti pertambahan penduduk. Sampai kemajuan manufaktur mulai melambat, konsekuensi yang didapat adalah kesulitan pertanian. Para petani harus menjual jagung mereka dengan harga murah,dan karenya hanya mendapat upah minimum. Beberapa undang undang telah dibuat, namun beberapakali direvisi. Namun tetap saja tidak berhasil mengatasi kesulitan pertanian saat itu.  Serangkaian keadaan juga membuat terjadinya krisis yang akhirnya membebankan buruh tani dengan upah yang tidak layak. 

Sesaat setelah kebangkitan proletariat pertanian, hubungan tuan tanah dan petani kecil dikembangkan. Sehingga pada masa ini berlangsung, kemiskinan kaum buruh tani tidak terlalu kentara. Tapi pada akhirnya semua berubah. Kaum buruh tani harus menjadi buruh harian (dipekerjakan jika diperlukan). Satu dua hari tidak bekerja dalam sebulan, bisa membuat mereka terjerumus dalam kemiskinan yang lebih parah. Karena itu mereka dipaksa untuk terus-menerus, setiap hari bekerja. Ini terjadi cukup umum pada kisaran tahun 1830an. Para buruh tani hidup dalam keadaan makanan yang sedikit, gubuk gubuk yang kecil, dan tanpa kenyamanan sama sekali. Mereka juga tidak bisa bergabung untuk menaikkan upah karena mereka terpencar-pencar. Hal inilah yang terjadi di Inggris pada saat itu. Dan keadaan para petani kecil inilah yang disebut proletariat pertanian.

Perjuangan kelas petani dalam Marxisme

Konsistensi kelas petani dalam perjuangan proletariat, mulai dipopulerkan oleh Lenin. Saat itu Lenin menulis beberapa Artikel atau teks terkait dengan perjuangan dan penderitaan para petani. Dalam perjuangannya untuk merebut revolusi di Russia, Lenin memasukan kaum petani kecil dalam daftar Proletar. Kondisi kesenjangan dalam pertanian yang terjadi antara kelas tuan tanah dan kelas petani menjadi salah satu alasannya. Ada beberapa tanggapan dari orang awam mengenai kaum petani masa kini. Dimana orang orang ini  menganggap kaum tani adalah seorang Borjuis kecil. Karena memiliki alat produksi seperti tanah, cangkul, traktor, dll. Artinya kaum tani gak usah dilibatkan lagi dalam perjuangan Proletar? Jawabannya tidak. Dalam perjuangan Proletar kita juga harus melihat berdasarkan kacamata moral. Meskipun memiliki alat produksi, hidup mereka tidak semudah yang dibayangkan, dimana mereka harus berhadapan dengan biaya jual beli yang dibawah standar, ancaman tanah yang akan diambil pemerintah, dll. Jadi setelah melihat hal ini, kaum tani tetap harus dilibatkan dalam perjuangan kelas seperti yang Lenin lakukan.

Lalu, bagaimanakah kondisi Agraria setelah revolusi Sosialis?


Sistem Sosialisme agraria di Kamboja.

Pertanian kolektif

Umumnya negara Sosialis menganut sistem pertanian kolektif atau pertanian komunal. Apa artinya? Pertanian kolektif adalah sistem produksi pertanian dimana banyak petani menjalankan kepemilikan mereka sebagai suatu perusahaan bersama. Hal ini berbeda dengan yang terjadi di Inggris dalam teks Engels tadi dimana Tanah tanah mereka diambil secara paksa dan memaksa mereka untuk menjadi buruh taninya tuan tanah, dan hanya menikmati sepeser dari hasil produksi yang mereka kerjakan. Dalam sistem pertanian kolektif, para petani menasionalisasi ladang mereka menjadi kepunyaan bersama, yang nantinya hasilnya juga akan dinikmati bersama sama pula. Ada dua jenis pertanian komunal yang umum digunakan. Koperasi pertanian, dimana pemilik anggota bersama-sama terlibat dalam kegiatan pertanian kolektif dan pertanian negara, yang dijalankan langsung oleh pemerintah pusat. Proses nasionalisasi lahan disebut kolektivitas. Di beberapa negara Sosialis ada beberapa negara yang  mengelola Agraria sebagai koperasi, dan beberapa juga dikelola oleh pemerintah pusat. 

Sosialisme Agraria

Sosialisme Agraria adalah sistem ideologi politik yang menggabungkan gaya hidup Agraria, dengan sistem ekonomi Sosialisme. Jadi seluruh negera mengutamakan ekonomi Agraria, dibandingkan industrial pada umumnya. Sosialisme agraria umumnya menerapkan demografi pra industrial dan non urbanisasi. Penerapan Sosialisme agraria lebih kepada kontrol, kepemilikan, dan kebutuhan lahan. Sistem ini sendiri erat kaitannya dengan pol pot. Dimana pol pot pernah menggunakan sistem ini saat berkuasa di Kamboja pada tahun 1975-1979. Saat itu kondisi Kamboja dalam keadaan setelah dibom habis habisan oleh As, akibat dari perang Indochina. Satu satunya, kota yang selamat adalah phonm phen, yang nantinya digunakan sebagai kota untuk industri. satu satunya hal yang dapat dilakukan adalah menggunakan pertanian, sebagai peningkatan ekonomi awalnya. 


Pol pot

Salam persatuan Proletar ☭

Ra'yatisme dan Sosialisme

Ra'yatisme dan sosialisme

Comrade 

Pada 18 Maret hingga 26 Mei 1871, terjadi sebuah pemberontakan di Paris Perancis,yang dilakukan oleh kelompok kelas pekerja Paris. Peristiwa ini dikenal dengan nama Komune Paris 1871. Para sejarawan kiri menyebutkan sebagai salah satu episode paling gemilang sekaligus tragis dari kelas pekerja global. Karl Marx mengomentarinya sebagai "hasil perjuangan kaum produsen melawan kelas penghisap, sebuah bentuk politik yang akhirnya ditemukan yang dibawahnya kita dapat menjalankan emansipasi ekonomis kaum buruh". Peristiwa ini, merupakan satu dari sekian banyak peristiwa yang berkaitan dengan Sosialisme. Apa itu Sosialisme? Apakah sebuah ideologi politik? Ataukah sebuah sistem ekonomi yang melibatkan kaum buruh dan kepemilikan bersama? Ataukah Sosialisme itu sama dengan Komunisme? Artikel ini akan membahas mengenai pengertian Sosialisme, sejarah, peristiwa, dan akhirnya hubungan Sosialisme dan Ra'yatisme. 

Apa itu Sosialisme?

Secara umum Sosialisme adalah ideologi politik dan sistem sosio-ekonomi yang menganjurkan kepemilikan sosial atas produksi. Kepemilikan sosial merujuk pada berbagai bentuk kepemilikan atas alat produksi. Dan dalam sistem ekonomi sosialis, kepemilikan sosial terdiri dari kepemilikan publik, kepemilikan pekerja, kepemilikan koperasi, kepemilikan warganegara atas ekuitas, kepemilikan umum, dan kepemilikan kolektif. Kaum sosialis melihat kapitalisme adalah suatu sistem yang tidak stabil, dimana akan terjadi kesenjangan antara kaum kaya dan miskin, antara tuan dan pekerja. Karena itu kaum Sosialis menginginkan perubahan, dimana alat alat produksi dan hal hal dalam kepemilikan sosial tersebut dimiliki dan dikelola secara bersama-sama. Para buruh memiliki peranan langsung dalam menjalankan tugas tuas ekonomi, sehingga kesejahteraan buruh dan rakyat terjamin, karena mereka langsung yang turun tangan dalam menjalankan roda ekonomi secara bersama sama. Inilah pengertian sesungguhnya dari sosialisme itu sendiri. Dalam politik, kaum Sosialis diorganisir oleh partai politik, dan menentang politik partai (sistem Multi-Partei).  Gerakan politik sosial mencakup  serangkaian filsafat politik, yang berasal dari gerakan revolusioner di pertengahan hingga akhir abad 18, dan Karena adanya kepedulian terhadap masalah sosial yang terkait dengan kapitalisme. Pada akhir abad 19, setelah karya Marx dan kolaboratornya Fredrich Engels (komunisme), Sosialisme telah menjadi oposisi terhadap kapitalisme dan menganjurkan sistem pascakapitalis, yang didasarkan pada suatu bentuk kepemilikan atas alat produksi. Lalu apakah bedanya dengan Komunisme? Pada dasarnya, komunisme dan sosialisme merupakan filosofi ekonomi, yang sama sama menganjurkan kepemilikan publik dibanding kepemilikan pribadi. Namun ada beberapa hal mendasar, yang akhirnya membuat sosialisme dan Komunisme berbeda. Komunisme memang sama sama menganggap kapitalisme adalah sistem yang buruk, Dimana akan terjadi pertentangan antara Borjuis (pemilik modal atau tuan tanah) dan Proletar (kaum buruh dan pekerja), dan Komunisme juga sama sama menginginkan agar alat produksi dan kepemilikan sosial dikelola secara bersama, namun dalam Komunisme, semua hal itu nantinya akan mengarah ke masyarakat tanpa negara, tanpa uang, dan tanpa kelas. kondisi inilah yang disebut dengan Komunisme. Marx selaku yang memprakarsai pemikiran ini menganggap sosialisme adalah proses untuk menuju ke suatu masa komunisme. Jadi selama ini seharusnya negara berpaham marxis disebutnya negara "sosialis", bukan negara komunis. Karena dalam kondisi Komunisme, sudah tidak ada lagi negara. 

Sejarah Sosialisme

Ada banyak sekali tokoh awal yang mempengaruhi perkembangan sosialisme. Namun yang paling berpengaruh adalah teori Hegel mengenai proses dialektika (Tesis - anti tesis - sintesis). Teori mengenai dialektika inilah yang nantinya akan mempengaruhi perkembangan sosialisme secara skala besar, termasuk Marx. Peristiwa 1848, Komune paris 1871, bahkan revolusi Perancis, menjadi serangkaian peristiwa yang menandai perkembangan awal dari sosialisme. Selain peristiwa, berbagai jenis sosialisme seperti anarkisme sosialis, sosialisme utopia, dsb juga mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu. Teori sosialisme semakin populer ketika memasuki masa revolusi industri, dimana ditandai dengan penemuan mesin uap. Para pakar ekonomi saat itu juga banyak menilai bahwa sistem kapitalisme tidak akan membawa kesejahteraan. Pakar ekonomi Jerman, JCL Simonede, mengatakan bahwa sistem kapitalisme akan menghasilkan penderitaan dan pengangguran dalam skala besar. Dan ada banyak lagi pemikir sosialis yang ingin mengubah sistem kapitalisme menjadi sosialisme. Memang ada banyak pemikiran Sosialis yang menentang kapitalisme. Namun yang paling terkenal ada Karl Marx dalam ideologi komunisme. 

Karl Marx

Pemikiran Karl Marx dianggap sebagai pemikiran sosialis terbesar dan menginspirasi tokoh tokoh seperti Lenin yang akhirnya menjadi tokoh utama dalam terbentuknya Republik Ini Soviet. Revolusi soviet Lenin juga menginspirasi terjadinya revolusi Sosialis di belahan dunia seperti China, Vietnam dan negara negara sosialis yang pernah pada masa perang dingin. Setelah blok kapitalis (AS dan blok barat lainnya) berhasil memenangkan perang dingin, sosialisme menjadi meredup bahkan menjadi Stigmata buruk bagi masyarakat saat ini.

Ra'yatisme dan Sosialis

Seperti yang dikatakan tadi, ada begitu banyak aliran sosialis yang berkembang seiring berjalannya waktu, salah satunya adalah aliran Komunisme milik mark yang juga ikut berkembang menjadi bermacam macam aliran, seperti leninisme, Maoisme, stalinisme, dsb. Namun perkembangan aliran tersebut, mengakibatkan perseturuan antar tendensi - tendensi tersebut, yang akhirnya membuat perjuangan sosialisme menjadi terpecah-pecah. Padahal semua aliran tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu menginginkan perubahan sistem atas kapitalisme menjadi sosialisme. Karena itu Ra'yatisme hadir untuk menyatukan seluruh aliran aliran tersebut, demi kepentingan perjuangan kelas Proletar. 



Salam persatuan Proletar  

Pandangan Ra’yatisme terhadap agama


Pandangan Ra'yatisme terhadap agama.

Comrade
 Agama adalah candu, atau kalimat aslinya "agama adalah opium bagi masyarakat" adalah salah satu kutipan dari ajaran Karl Marx yang sering disalahpahami dan disalahartikan. Kalimat ini sering digunakan untuk menyerang Marx, seolah olah ajaran inti ajarannya adalah permusuhan terhadap agama, atau biasanya sering juga digunakan kepada kaum atheis untuk menyudutkan orang beragama. Kalimat ini sendiri diambil dari "Contribution to the Critique of Hegel's Philosophy of Right",salah satu karya Marx yang ditulis pada tahun 1843, namun tIdak diterbitkan hingga kematiannya.


"A Contribution to the Critique of Hegel's Philosophy of Right"

Kalimat tersebut seolah olah telah menjadi momok bagi masyarakat saat ini, bahkan digunakan oleh para kaum anti Marx untuk menyerang Marxisme. Parahnya orang orang yang memang tidak tau apa apa tentang lefts unity seolah menjadikan bahwa kalimat ini berlaku bukan hanya terhadap marxisme saja, tetapi kepada seluruh lefts atau aliran sosialisme lainnya. Sehingga orang yang mendengar kata "kiri" akan menggambarkannya sebagai atheis dan anti Tuhan. Padahal tidaklah seperti itu. Bahkan dalam sosialisme ada satu aliran bernama " sosialisme religi". Hal ini menunjukkan bahwa lefts bukanlah aliran yang anti agama atau anti Tuhan. Artikel ini akan membahas tentang agama dan sosialisme/marxisme dan apa saja hubungannya dengan Ra'yatisme.

Sosialisme dan agama

Sosialisme religi, adalah salah satu aliran dalam lefts (sosialisme), dimana nilai sosialisme didasarkan pada nilai religius (agama). Anggota dari sebagian agama utama telah menemukan kepercayaannya tentang masyarakat manusia sesuai dengan prinsip dan gagasan sosialis. Sosialisme religi sendiri terbagi menjadi 4 gerakan, yaitu sosialisme islam, sosialisme Kristen, sosialisme Budha dan sosialisme Yahudi.

Sosialisme Islam

Sosialisme Islam berkembang pada masa perang dunia dingin. Sosialis Muslim percaya bahwa ajaran Qur'an dan Muhammad khususnya zakat—sesuai dengan prinsip kesetaraan ekonomi dan sosial. Mereka mengambil inspirasi dari negara kesejahteraan Madinah awal yang didirikan oleh Nabi Muhammad. Selain sosialisme Islam terdapat juga komunisme Islam, versi kiri jauh dari sosialisme Islam. Komunisme Islam berusaha untuk mengaplikasikan ajaran ekonomi, politik, dan sosial Marxisme dalam kerangka Islam. Dalam sosialisme Islam terdapat juga tendensi tendensi di dalamnya. Salah satunya adalah gaddafisme dalam buku hijaunya, dimana buku tersebut lebih banyak menguraikan mengenai sosialisme Islam menurut Gaddafi sendiri.


Moammar Gaddafi, tokoh sosialisme islam

Selain Gaddafi ada Tan Malaka, Soekarno, Siad Barre, dan Gamal Abdel Nasser.

Sosialisme Kristen

Sosialisme Kristen adalah salah satu bentuk Sosialisme religi yang mendasari sosialisme dengan pengajaran Yesus. Banyak kaum sosialis Kristen yang menganggap kapitalisme sebagai pemberhalaan, keserakahan, dan ketamakan. Selain itu sosialis kristen juga menganggap Yesus Kristus adalah tokoh Sosialis dimana Yesus adalah tokoh yang peduli terhadap kaum miskin dan berdosa yang tertindas oleh kaum imperialis (Romawi) dan dijauhi oleh kaum Borjuis (orang Farisi dan ahli taurat), terbukti dengan peristiwa Yesus yang memberi makan 5000 orang,  dan bergaul dengan kaum yang dimusuhi oleh orang farisi. Selain itu Mereka juga meyakini bahwa murid murid Yesus berasal dari kaum Proletar,dimana kebanyakan berprofesi sebagai nelayan. Sosialisme Kristen menjadi sebuah gerakan pada awal 1960an dengan nama gerakan sosialis Kristen di Britania raya, dan sejak 2013, dikenal dengan nama Chirstians on the Left.
Ilustrasi sosialisme Kristen, dimana musuh kekristenan adalah kapitalisme.

Sosialisme Buddha

Sosialisme Buddhis adalah ideologi politik yang menganjurkan sosialisme berdasarkan prinsip-prinsip agama Buddha . Baik Buddhisme maupun sosialisme berusaha untuk mengakhiri penderitaan dengan menganalisis kondisinya dan menghilangkan penyebab utamanya melalui praksis . Keduanya juga berusaha memberikan transformasi kesadaran pribadi (masing-masing, spiritual dan politik) untuk mengakhiri keterasingan dan keegoisan manusia

Bendera Laos, biasa digunakan para sosialis Buddha.

Orang orang yang dianggap sebagai sosialis Buddhis adalah Bhikkhu Buddhadasa , BR Ambedkar , SWRD Bandaranaike , Han Yong-un , Girō Senoo , U Nu , Uchiyama Gud , Norodom Sihanouk ,  dan Takagi Kenmyo. 

Norodom Sihanouk, raja Kamboja yang merupakan seorang sosialis Buddhis.

Sosialisme Yahudi

Kiri Yahudi terdiri dari orang-orang Yahudi yang diidentifikasikan atau mendukung perjuangan sayap kiri, yang dilakukan secara sadar sebagai Yahudi, baik sebagai individu atau melalui organisasi. Namun, tidak ada satu organisasi atau gerakan yang keseluruhan Kiri Yahudi. Orang-orang Yahudi sosialis telah menjadi kekuatan utama dalam sejarah gerakan buruh, gerakan rumah permukiman, hak-hak perempuan, karya antirasis dan antikolonialis, serta organisasi antifasis dan antikapitalis dalam berbagai bentuk di Eropa, Amerika Serikat, Aljazair, Irak, dan negara Israel modern.Orang-orang Yahudi memiliki sejarah keterlibatan yang kaya di anarkisme, sosialisme, dan Marxisme.

Lambang partai Komunis Israel

partai politik dan blok sayap kiri di Israel telah mampu menempatkan anggotanya di Knesset dengan berbagai tingkat keberhasilan. Seiring waktu, partai-partai itu telah berevolusi, beberapa bergabung, lainnya menghilang, serta partai-partai baru yang bermunculan.

Marxisme dan agama

Dalam pandangannya Marx Tidak Pernah mengatakan bahwa agama atau ketuhanan hanyalah fantasi, tahayul, cerita rakyat, atau apapun yang menyesatkan sehingga harus dihancurkan. Marx saat itu mengatakan bahwa "agama adalah opium dalam masyarakat" (agama adalah candu), kalau kita terlalu berlebihan dalam menanggapinya. Kejadiannya miriplah seperti kaum kadrun di Indonesia, dimana karena terlalu berlebihan dalam menanggapi agama, sampai melupakan toleransi dan malah menjadi anarkis. Kami tegaskan bahwa itu bukanlah hal yang baik. Hal seperti inilah yang terjadi pada saat itu, dimana karena terlalu berlebihan, kita menjadi buta dan lupa mengkaji aspek materialis sehingga kelas Proletar sulit untuk mencapai kesadaran kelas. Hal ini membutakan kelas pekerja (Proletar), sehingga mereka berpikir bahwa ketertindasan terhadap kelas kelas yang tertindas merupakan kehendak dan hukum hukum Tuhan. Namun opium ini tidak akan bermakna buruk karena apabila opium tersebut tidak dianggap berlebihan, maka agama sesuatu yang mengajarkan kebaikan.
Contohnya adalah ketika pekerja dipecat dari pekerjaannya, dan cuma berpikir "mungkin saya kurang berdoa", dan bukannya berpikir mengapa atau kebobrokan apa yang membuat saya dipecat. Agama Bahkan bisa juga dianggap sebagai pelarian batin dari sebuah penindasan yang disebabkan oleh kapitalisme, namun sayangnya agama juga sering digunakan untuk menindas kaum Proletar.

Agama juga dapat digunakan untuk menjadi sarana pembebasan bagi kelas Proletar. Marxisme menekankan bahwa kesadaran akan Tuhan akan muncul secara alami jika kebutuhan materialisme terpenuhi. Walaupun dalam beberapa sisi ada beberapa kontradiksi antara agama dan Marxisme. Contohnya landasan filsafat agama idealis, dan landasan filsafat marxisme yang cenderung materialisme. Namun, Marx fokus mengkritik agama dari segi implikasi politik, ekonomi, dan sosialnya, namun tidak pernah serta Merta menentang agama dan ketuhanan. Bagi marx agama adalah keluh kesah dari masyarakat tertindas. Adapun dalil "negara komunis melarang masyarakatnya beragama" adalah dalil keliru dan timbul akibat kesalahpahaman, baik dari pemimpin komunis, maupun masyarakat awam lainnya, namun ditegaskan kembali bahwa Marx tidak pernah melarang agama dan ketuhanan. Kepemimpinan sandinista di kuba, beberapa pastor malah terlibat dalam urusan pemerintahan Kuba, bahkan paus katolik pun sudah pernah berkunjung di Kuba.

Pandangan Ra'yatisme dan Agama

Ra’yatisme memiliki pandangan bahwa agama merupakan urusan setiap pemeluknya masing - masing. Kita semua boleh harus tetap bersatu walaupun berbeda agama. Pertanyaannya bagaimana agar agama tidak menjadi kunci perpecahan. Bagaimana kita ingin mempersatukan ide - ide sosialis jika kita sendiri masih mengalami konflik internal mengenai agama? maka dari itu perlu adanya kesatuan ditengah perbedaan agama. Namun perlu diingat ra’yatisme melawan segala bentuk penggunaan agama yang menyesatkan para kaum miskin dan buruh. 

Yang menyebabkan mereka terdoktrin pemikiran sesat tersebut dan akhirnya menentang perjuangan kelas. Inilah yang dimaksud oleh Karl Marx agama adalah opium bagi masyarakat. Kesimpualnnya ra’yatisme tidak melarang agama dan memberikan hak kepada rayatis untuk memeluk agama. Selama agama tidak membuat rayatis melawan perjuangan ra’yatisme. Dengan itu dapat terwujudlah cita - cita ra’yatisme yaitu untuk menciptakan kesatuan dalam ide progresif agar tercapainya sebuah keutuhan.

Salam persatuan proletar

Ra'yatisme vs Konservatifme

 

           Ra'yatisme sangat menolak paham 
                             Konservatif

Comrade
Sebuah sastra bernama Sitti Nurbaya karya Marah Rusli, menceritakan tentang seorang gadis yang berasal dari Minangkabau bernama Sitti Nurbaya dan seorang pemuda bernama Samsulbahri yang sama sama saling mencintai namun mereka tidak bisa hidup bersama, di mana Sitti Nurbaya harus meninggal lebih dulu akibat dibunuh oleh Datuk Meringgih, yang diketahui ternyata ia dijodohkan agar sang ayah tidak dipenjara karena tidak mampu membayar hutang yang dipinjamkan oleh Datuk Meringgih sendiri. Meskipun sama sekali tidak ada hubungannya dengan left unity dan semacamnya, namun di buku inilah kita bisa menyadari bahwa paham Konservatifme patut dilawan. Di buku inilah kita belajar bahwa  melihat bagaimana kaum konservatif yang berusaha menerapkan sistem ini kembali di masa ini sangatlah berbahaya dan hanyalah menghasilkan jalan buntu.

Pengertian Konservatisme 

Menurut KBBI arti konserfativme adalah bersikap mempertahankan keadaan, kebiasaan, dan tradisi yang berlaku. Artinya
orang yang konservatif itu mempertahankan adat lama seperti pernikahan dibawah umur (pemaksaan), wanita yang tidak boleh bekerja dan hanya di rumah, dan paham tua lainnya. Selain itu, kaum konservatif juga menolak pemikiran baru yang dianggap menyimpang dari adat dan paham mereka. Dalam buku  Sitti Nurbaya tersebut, sempat disinggung salah satu paham adat disana,yang tertulis secara tersirat. Bahwa jika pihak keluarga wanita ingin mengawinkan anak gadisnya kepada seorang pria bangsawan, pihak wanitalah yang harus menyiapkan segala keperluan baik keperluan untuk pernikahan maupun untuk berumah tangga. Selain itu pihak wanita juga harus menyiapkan "uang  saku" kepada Pria itu. Dan jika wanita tersebut melahirkan maka yang bertanggung jawab untuk mengurus anak wanita tersebut bukan sang pria, melainkan kakak laki laki dari wanita tersebut, dan parahnya, adat ini menyebabkan pria tidak perlu bekerja. Jika dirinya kekurangan uang, maka tinggal menikah lagi dan mendapatkan uang saku lagi. Pasti timbul dipikirkan kita, mengapa pihak wanita ingin bersusah susah agar bisa mengawinkan anak perempuannya kepada pria tersebut? Jawabannya agar strata sosial pihak wanita tersebut bisa menjadi lebih tinggi. Jadi siapa yang dirugikan? Tentu sang wanita. Nah bagaimana jika adat adat seperti ini diterapkan dimasa saat ini? Tentu saja kita akan seolah olah dibawah kembali ke masa masa tersebut, dan bagi kaum wanita tentu tidak ingin kejadian seperti ini terjadi dengan mereka. Bahayanya kaum konservatif masih memperjuangkan paham Konservatifme mereka saat ini. Sebagai contoh di Eropa masih banyak sekali partai yang memiliki pemikiran konserfativme seperti Partai Konservatif dan unionis dan masih banyak lagi. Ini yang harus kita lawan.

Hubungan Ra'yatisme dan Konservatifme

Ra’yatisme sangatlah anti terhadap konservatifme. Mengapa Ra’yatisme anti terhadap konservatifme sebab konservatifme ini bisa membatasi / menghilangkan pemikiran pemikiran baru yang justru pro-rakyat. Dalam hal ini Ra’yatisme bukannya membenci tradisi, namun membenci sistem yang mengekang kebebasan pemikiran progresif dan revolusioner. 

Konserfativme sendiri adalah pemikiran yang kurang cocok untuk digunakan sebab tetap mempertahankan tradisi tanpa melihat perkembangan zaman. Pemikiran baru yang dapat melindungi kaum miskin dan buruh tentu akan ditentang dan pendeknya, Konserfativme yang membuat ribuan rakyat miskin dan buruh menderita. Karena pemikirannya yang hanya menjaga tradisi dan budaya dan bukan meningkatkan taraf hidup bagi rakyat miskin dan kenaikan upan bagi buruh. Apalagi jika kita lihat kalau paham adat tersebut menerapkan feodalisme sosial dimana terdapat kelas seperti kelas buruh, kelas bangsawan, dll, maka ini sangat bertentangan dengan sosialisme yang tanpa kelas. Saat ini contoh konkrit mengenai Konservatifme yang berkuasa adalah di India, dimana sistem kasta sangat melekat pada masyarakatnya. Kita juga bisa lihat pada masa Konservatifme inilah, kaum Proletar berada di puncak "penderitaan mereka". Dan sosialisme sendiri terbentuk pada masa ini.

Saat ini yang kita perlukan ialah ideologi yang melindungi rakyat miskin dan buruh. Maka dari itu dunia tetap memerlukan ideologi yang pro - rakyat agar bisa memenuhi aspirasi dari rakyat miskin dan buruh dan ideologi yang dapat menciptakan sebuah masyarakat yang makmur. Untuk mencapai itu maka kita tetap memerlukan ra’yatisme untuk mempersatukan semua ideologi sosialis dibawah satu pemikiran. Persatuan ideologi sosialis tersebut nantinya salah satunya akan dipakai untuk memberantas Konservatifme di dunia.

Salam persatuan proletar!



Ra'yatisme. Sejarah, teori, dan tujuan


Comrade

Saat ini, sosialisme/komunisme berada dalam situasi terpecah belah oleh berbagai tendensi dan aliran. Tentu hal ini sangat tidak menguntungkan, mengingat sosialisme dan Komunis harus bersatu, agar tidak mengalami perpecahan dan dapat mengalahkan kapitalisme. Namun untuk mencapai situasi tersebut, dibutuhkan sebuah gagasan atau pemikiran untuk menampung ide ide dari sosialisme/Komunis agar tidak terpecah belah. Oleh karena itu Ra'yatisme pun lahir.

Pengertian Ra'yatisme

Ra'yatisme adalah sebuah Pemikiran atau gagasan yang memiliki cita cita untuk membuat sebuah perkumpulan yang menyatukan semua ide-ide progresif dan anti kapitalisme. Agar tercapainya sebuah kesatuan pemikiran dan agar tidak terpecah belah.

Tujuan Ra'yatisme

Tujuan dari ra’yatisme nasional ini adalah menampung semua ide pemikiran yang progresif untuk terciptanya kesatuan pemikiran agar kita tidak terpecah-belah. Agar kesatuan kita tetap terwujud kita perlu menghargai pula pendapat / gagasan dari kawan - kawan semua. Mari kita saling merangkul untuk terciptanya kesatuan dalam ide kita.


              Ra'yatisme penyelamat rakyat  
              Dari ancaman Kapitalis dan Neo
              Kolonialisme


             Ra'yatisme sangat peduli dengan 
             Nasib kaum Proletar, salah satunya
             Adalah petani.


       Motto Ra'yatisme: dari Rakyat untuk               Rakyat.

Demikianlah perkenalkan kami

Salam persatuan Proletar