Menu utama

Ra'yatisme vs Konservatifme

 

           Ra'yatisme sangat menolak paham 
                             Konservatif

Comrade
Sebuah sastra bernama Sitti Nurbaya karya Marah Rusli, menceritakan tentang seorang gadis yang berasal dari Minangkabau bernama Sitti Nurbaya dan seorang pemuda bernama Samsulbahri yang sama sama saling mencintai namun mereka tidak bisa hidup bersama, di mana Sitti Nurbaya harus meninggal lebih dulu akibat dibunuh oleh Datuk Meringgih, yang diketahui ternyata ia dijodohkan agar sang ayah tidak dipenjara karena tidak mampu membayar hutang yang dipinjamkan oleh Datuk Meringgih sendiri. Meskipun sama sekali tidak ada hubungannya dengan left unity dan semacamnya, namun di buku inilah kita bisa menyadari bahwa paham Konservatifme patut dilawan. Di buku inilah kita belajar bahwa  melihat bagaimana kaum konservatif yang berusaha menerapkan sistem ini kembali di masa ini sangatlah berbahaya dan hanyalah menghasilkan jalan buntu.

Pengertian Konservatisme 

Menurut KBBI arti konserfativme adalah bersikap mempertahankan keadaan, kebiasaan, dan tradisi yang berlaku. Artinya
orang yang konservatif itu mempertahankan adat lama seperti pernikahan dibawah umur (pemaksaan), wanita yang tidak boleh bekerja dan hanya di rumah, dan paham tua lainnya. Selain itu, kaum konservatif juga menolak pemikiran baru yang dianggap menyimpang dari adat dan paham mereka. Dalam buku  Sitti Nurbaya tersebut, sempat disinggung salah satu paham adat disana,yang tertulis secara tersirat. Bahwa jika pihak keluarga wanita ingin mengawinkan anak gadisnya kepada seorang pria bangsawan, pihak wanitalah yang harus menyiapkan segala keperluan baik keperluan untuk pernikahan maupun untuk berumah tangga. Selain itu pihak wanita juga harus menyiapkan "uang  saku" kepada Pria itu. Dan jika wanita tersebut melahirkan maka yang bertanggung jawab untuk mengurus anak wanita tersebut bukan sang pria, melainkan kakak laki laki dari wanita tersebut, dan parahnya, adat ini menyebabkan pria tidak perlu bekerja. Jika dirinya kekurangan uang, maka tinggal menikah lagi dan mendapatkan uang saku lagi. Pasti timbul dipikirkan kita, mengapa pihak wanita ingin bersusah susah agar bisa mengawinkan anak perempuannya kepada pria tersebut? Jawabannya agar strata sosial pihak wanita tersebut bisa menjadi lebih tinggi. Jadi siapa yang dirugikan? Tentu sang wanita. Nah bagaimana jika adat adat seperti ini diterapkan dimasa saat ini? Tentu saja kita akan seolah olah dibawah kembali ke masa masa tersebut, dan bagi kaum wanita tentu tidak ingin kejadian seperti ini terjadi dengan mereka. Bahayanya kaum konservatif masih memperjuangkan paham Konservatifme mereka saat ini. Sebagai contoh di Eropa masih banyak sekali partai yang memiliki pemikiran konserfativme seperti Partai Konservatif dan unionis dan masih banyak lagi. Ini yang harus kita lawan.

Hubungan Ra'yatisme dan Konservatifme

Ra’yatisme sangatlah anti terhadap konservatifme. Mengapa Ra’yatisme anti terhadap konservatifme sebab konservatifme ini bisa membatasi / menghilangkan pemikiran pemikiran baru yang justru pro-rakyat. Dalam hal ini Ra’yatisme bukannya membenci tradisi, namun membenci sistem yang mengekang kebebasan pemikiran progresif dan revolusioner. 

Konserfativme sendiri adalah pemikiran yang kurang cocok untuk digunakan sebab tetap mempertahankan tradisi tanpa melihat perkembangan zaman. Pemikiran baru yang dapat melindungi kaum miskin dan buruh tentu akan ditentang dan pendeknya, Konserfativme yang membuat ribuan rakyat miskin dan buruh menderita. Karena pemikirannya yang hanya menjaga tradisi dan budaya dan bukan meningkatkan taraf hidup bagi rakyat miskin dan kenaikan upan bagi buruh. Apalagi jika kita lihat kalau paham adat tersebut menerapkan feodalisme sosial dimana terdapat kelas seperti kelas buruh, kelas bangsawan, dll, maka ini sangat bertentangan dengan sosialisme yang tanpa kelas. Saat ini contoh konkrit mengenai Konservatifme yang berkuasa adalah di India, dimana sistem kasta sangat melekat pada masyarakatnya. Kita juga bisa lihat pada masa Konservatifme inilah, kaum Proletar berada di puncak "penderitaan mereka". Dan sosialisme sendiri terbentuk pada masa ini.

Saat ini yang kita perlukan ialah ideologi yang melindungi rakyat miskin dan buruh. Maka dari itu dunia tetap memerlukan ideologi yang pro - rakyat agar bisa memenuhi aspirasi dari rakyat miskin dan buruh dan ideologi yang dapat menciptakan sebuah masyarakat yang makmur. Untuk mencapai itu maka kita tetap memerlukan ra’yatisme untuk mempersatukan semua ideologi sosialis dibawah satu pemikiran. Persatuan ideologi sosialis tersebut nantinya salah satunya akan dipakai untuk memberantas Konservatifme di dunia.

Salam persatuan proletar!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar