Pandangan Ra'yatisme terhadap agama.
Comrade
Agama adalah candu, atau kalimat aslinya "agama adalah opium bagi masyarakat" adalah salah satu kutipan dari ajaran Karl Marx yang sering disalahpahami dan disalahartikan. Kalimat ini sering digunakan untuk menyerang Marx, seolah olah ajaran inti ajarannya adalah permusuhan terhadap agama, atau biasanya sering juga digunakan kepada kaum atheis untuk menyudutkan orang beragama. Kalimat ini sendiri diambil dari "Contribution to the Critique of Hegel's Philosophy of Right",salah satu karya Marx yang ditulis pada tahun 1843, namun tIdak diterbitkan hingga kematiannya.
Kalimat tersebut seolah olah telah menjadi momok bagi masyarakat saat ini, bahkan digunakan oleh para kaum anti Marx untuk menyerang Marxisme. Parahnya orang orang yang memang tidak tau apa apa tentang lefts unity seolah menjadikan bahwa kalimat ini berlaku bukan hanya terhadap marxisme saja, tetapi kepada seluruh lefts atau aliran sosialisme lainnya. Sehingga orang yang mendengar kata "kiri" akan menggambarkannya sebagai atheis dan anti Tuhan. Padahal tidaklah seperti itu. Bahkan dalam sosialisme ada satu aliran bernama " sosialisme religi". Hal ini menunjukkan bahwa lefts bukanlah aliran yang anti agama atau anti Tuhan. Artikel ini akan membahas tentang agama dan sosialisme/marxisme dan apa saja hubungannya dengan Ra'yatisme.
Sosialisme dan agama
Sosialisme religi, adalah salah satu aliran dalam lefts (sosialisme), dimana nilai sosialisme didasarkan pada nilai religius (agama). Anggota dari sebagian agama utama telah menemukan kepercayaannya tentang masyarakat manusia sesuai dengan prinsip dan gagasan sosialis. Sosialisme religi sendiri terbagi menjadi 4 gerakan, yaitu sosialisme islam, sosialisme Kristen, sosialisme Budha dan sosialisme Yahudi.
Sosialisme Islam
Sosialisme Islam berkembang pada masa perang dunia dingin. Sosialis Muslim percaya bahwa ajaran Qur'an dan Muhammad khususnya zakat—sesuai dengan prinsip kesetaraan ekonomi dan sosial. Mereka mengambil inspirasi dari negara kesejahteraan Madinah awal yang didirikan oleh Nabi Muhammad. Selain sosialisme Islam terdapat juga komunisme Islam, versi kiri jauh dari sosialisme Islam. Komunisme Islam berusaha untuk mengaplikasikan ajaran ekonomi, politik, dan sosial Marxisme dalam kerangka Islam. Dalam sosialisme Islam terdapat juga tendensi tendensi di dalamnya. Salah satunya adalah gaddafisme dalam buku hijaunya, dimana buku tersebut lebih banyak menguraikan mengenai sosialisme Islam menurut Gaddafi sendiri.
Selain Gaddafi ada Tan Malaka, Soekarno, Siad Barre, dan Gamal Abdel Nasser.
Sosialisme Kristen
Sosialisme Kristen adalah salah satu bentuk Sosialisme religi yang mendasari sosialisme dengan pengajaran Yesus. Banyak kaum sosialis Kristen yang menganggap kapitalisme sebagai pemberhalaan, keserakahan, dan ketamakan. Selain itu sosialis kristen juga menganggap Yesus Kristus adalah tokoh Sosialis dimana Yesus adalah tokoh yang peduli terhadap kaum miskin dan berdosa yang tertindas oleh kaum imperialis (Romawi) dan dijauhi oleh kaum Borjuis (orang Farisi dan ahli taurat), terbukti dengan peristiwa Yesus yang memberi makan 5000 orang, dan bergaul dengan kaum yang dimusuhi oleh orang farisi. Selain itu Mereka juga meyakini bahwa murid murid Yesus berasal dari kaum Proletar,dimana kebanyakan berprofesi sebagai nelayan. Sosialisme Kristen menjadi sebuah gerakan pada awal 1960an dengan nama gerakan sosialis Kristen di Britania raya, dan sejak 2013, dikenal dengan nama Chirstians on the Left.
Ilustrasi sosialisme Kristen, dimana musuh kekristenan adalah kapitalisme.
Sosialisme Buddha
Sosialisme Buddhis adalah ideologi politik yang menganjurkan sosialisme berdasarkan prinsip-prinsip agama Buddha . Baik Buddhisme maupun sosialisme berusaha untuk mengakhiri penderitaan dengan menganalisis kondisinya dan menghilangkan penyebab utamanya melalui praksis . Keduanya juga berusaha memberikan transformasi kesadaran pribadi (masing-masing, spiritual dan politik) untuk mengakhiri keterasingan dan keegoisan manusia
Orang orang yang dianggap sebagai sosialis Buddhis adalah Bhikkhu Buddhadasa , BR Ambedkar , SWRD Bandaranaike , Han Yong-un , Girō Senoo , U Nu , Uchiyama Gud , Norodom Sihanouk , dan Takagi Kenmyo.
Sosialisme Yahudi
Kiri Yahudi terdiri dari orang-orang Yahudi yang diidentifikasikan atau mendukung perjuangan sayap kiri, yang dilakukan secara sadar sebagai Yahudi, baik sebagai individu atau melalui organisasi. Namun, tidak ada satu organisasi atau gerakan yang keseluruhan Kiri Yahudi. Orang-orang Yahudi sosialis telah menjadi kekuatan utama dalam sejarah gerakan buruh, gerakan rumah permukiman, hak-hak perempuan, karya antirasis dan antikolonialis, serta organisasi antifasis dan antikapitalis dalam berbagai bentuk di Eropa, Amerika Serikat, Aljazair, Irak, dan negara Israel modern.Orang-orang Yahudi memiliki sejarah keterlibatan yang kaya di anarkisme, sosialisme, dan Marxisme.
partai politik dan blok sayap kiri di Israel telah mampu menempatkan anggotanya di Knesset dengan berbagai tingkat keberhasilan. Seiring waktu, partai-partai itu telah berevolusi, beberapa bergabung, lainnya menghilang, serta partai-partai baru yang bermunculan.
Marxisme dan agama
Dalam pandangannya Marx Tidak Pernah mengatakan bahwa agama atau ketuhanan hanyalah fantasi, tahayul, cerita rakyat, atau apapun yang menyesatkan sehingga harus dihancurkan. Marx saat itu mengatakan bahwa "agama adalah opium dalam masyarakat" (agama adalah candu), kalau kita terlalu berlebihan dalam menanggapinya. Kejadiannya miriplah seperti kaum kadrun di Indonesia, dimana karena terlalu berlebihan dalam menanggapi agama, sampai melupakan toleransi dan malah menjadi anarkis. Kami tegaskan bahwa itu bukanlah hal yang baik. Hal seperti inilah yang terjadi pada saat itu, dimana karena terlalu berlebihan, kita menjadi buta dan lupa mengkaji aspek materialis sehingga kelas Proletar sulit untuk mencapai kesadaran kelas. Hal ini membutakan kelas pekerja (Proletar), sehingga mereka berpikir bahwa ketertindasan terhadap kelas kelas yang tertindas merupakan kehendak dan hukum hukum Tuhan. Namun opium ini tidak akan bermakna buruk karena apabila opium tersebut tidak dianggap berlebihan, maka agama sesuatu yang mengajarkan kebaikan.
Contohnya adalah ketika pekerja dipecat dari pekerjaannya, dan cuma berpikir "mungkin saya kurang berdoa", dan bukannya berpikir mengapa atau kebobrokan apa yang membuat saya dipecat. Agama Bahkan bisa juga dianggap sebagai pelarian batin dari sebuah penindasan yang disebabkan oleh kapitalisme, namun sayangnya agama juga sering digunakan untuk menindas kaum Proletar.
Agama juga dapat digunakan untuk menjadi sarana pembebasan bagi kelas Proletar. Marxisme menekankan bahwa kesadaran akan Tuhan akan muncul secara alami jika kebutuhan materialisme terpenuhi. Walaupun dalam beberapa sisi ada beberapa kontradiksi antara agama dan Marxisme. Contohnya landasan filsafat agama idealis, dan landasan filsafat marxisme yang cenderung materialisme. Namun, Marx fokus mengkritik agama dari segi implikasi politik, ekonomi, dan sosialnya, namun tidak pernah serta Merta menentang agama dan ketuhanan. Bagi marx agama adalah keluh kesah dari masyarakat tertindas. Adapun dalil "negara komunis melarang masyarakatnya beragama" adalah dalil keliru dan timbul akibat kesalahpahaman, baik dari pemimpin komunis, maupun masyarakat awam lainnya, namun ditegaskan kembali bahwa Marx tidak pernah melarang agama dan ketuhanan. Kepemimpinan sandinista di kuba, beberapa pastor malah terlibat dalam urusan pemerintahan Kuba, bahkan paus katolik pun sudah pernah berkunjung di Kuba.
Pandangan Ra'yatisme dan Agama
Ra’yatisme memiliki pandangan bahwa agama merupakan urusan setiap pemeluknya masing - masing. Kita semua boleh harus tetap bersatu walaupun berbeda agama. Pertanyaannya bagaimana agar agama tidak menjadi kunci perpecahan. Bagaimana kita ingin mempersatukan ide - ide sosialis jika kita sendiri masih mengalami konflik internal mengenai agama? maka dari itu perlu adanya kesatuan ditengah perbedaan agama. Namun perlu diingat ra’yatisme melawan segala bentuk penggunaan agama yang menyesatkan para kaum miskin dan buruh.
Yang menyebabkan mereka terdoktrin pemikiran sesat tersebut dan akhirnya menentang perjuangan kelas. Inilah yang dimaksud oleh Karl Marx agama adalah opium bagi masyarakat. Kesimpualnnya ra’yatisme tidak melarang agama dan memberikan hak kepada rayatis untuk memeluk agama. Selama agama tidak membuat rayatis melawan perjuangan ra’yatisme. Dengan itu dapat terwujudlah cita - cita ra’yatisme yaitu untuk menciptakan kesatuan dalam ide progresif agar tercapainya sebuah keutuhan.
Salam persatuan proletar
Buat Comrade yang ingin bergabung di Ra'yatisme, sihalkan berkunjung di Instagram kami Ra'yatisme_official.
BalasHapusSalam persahabatan Proletar 🔥🔥