Ra'yatisme dan sosialisme
Comrade
Pada 18 Maret hingga 26 Mei 1871, terjadi sebuah pemberontakan di Paris Perancis,yang dilakukan oleh kelompok kelas pekerja Paris. Peristiwa ini dikenal dengan nama Komune Paris 1871. Para sejarawan kiri menyebutkan sebagai salah satu episode paling gemilang sekaligus tragis dari kelas pekerja global. Karl Marx mengomentarinya sebagai "hasil perjuangan kaum produsen melawan kelas penghisap, sebuah bentuk politik yang akhirnya ditemukan yang dibawahnya kita dapat menjalankan emansipasi ekonomis kaum buruh". Peristiwa ini, merupakan satu dari sekian banyak peristiwa yang berkaitan dengan Sosialisme. Apa itu Sosialisme? Apakah sebuah ideologi politik? Ataukah sebuah sistem ekonomi yang melibatkan kaum buruh dan kepemilikan bersama? Ataukah Sosialisme itu sama dengan Komunisme? Artikel ini akan membahas mengenai pengertian Sosialisme, sejarah, peristiwa, dan akhirnya hubungan Sosialisme dan Ra'yatisme.
Apa itu Sosialisme?
Secara umum Sosialisme adalah ideologi politik dan sistem sosio-ekonomi yang menganjurkan kepemilikan sosial atas produksi. Kepemilikan sosial merujuk pada berbagai bentuk kepemilikan atas alat produksi. Dan dalam sistem ekonomi sosialis, kepemilikan sosial terdiri dari kepemilikan publik, kepemilikan pekerja, kepemilikan koperasi, kepemilikan warganegara atas ekuitas, kepemilikan umum, dan kepemilikan kolektif. Kaum sosialis melihat kapitalisme adalah suatu sistem yang tidak stabil, dimana akan terjadi kesenjangan antara kaum kaya dan miskin, antara tuan dan pekerja. Karena itu kaum Sosialis menginginkan perubahan, dimana alat alat produksi dan hal hal dalam kepemilikan sosial tersebut dimiliki dan dikelola secara bersama-sama. Para buruh memiliki peranan langsung dalam menjalankan tugas tuas ekonomi, sehingga kesejahteraan buruh dan rakyat terjamin, karena mereka langsung yang turun tangan dalam menjalankan roda ekonomi secara bersama sama. Inilah pengertian sesungguhnya dari sosialisme itu sendiri. Dalam politik, kaum Sosialis diorganisir oleh partai politik, dan menentang politik partai (sistem Multi-Partei). Gerakan politik sosial mencakup serangkaian filsafat politik, yang berasal dari gerakan revolusioner di pertengahan hingga akhir abad 18, dan Karena adanya kepedulian terhadap masalah sosial yang terkait dengan kapitalisme. Pada akhir abad 19, setelah karya Marx dan kolaboratornya Fredrich Engels (komunisme), Sosialisme telah menjadi oposisi terhadap kapitalisme dan menganjurkan sistem pascakapitalis, yang didasarkan pada suatu bentuk kepemilikan atas alat produksi. Lalu apakah bedanya dengan Komunisme? Pada dasarnya, komunisme dan sosialisme merupakan filosofi ekonomi, yang sama sama menganjurkan kepemilikan publik dibanding kepemilikan pribadi. Namun ada beberapa hal mendasar, yang akhirnya membuat sosialisme dan Komunisme berbeda. Komunisme memang sama sama menganggap kapitalisme adalah sistem yang buruk, Dimana akan terjadi pertentangan antara Borjuis (pemilik modal atau tuan tanah) dan Proletar (kaum buruh dan pekerja), dan Komunisme juga sama sama menginginkan agar alat produksi dan kepemilikan sosial dikelola secara bersama, namun dalam Komunisme, semua hal itu nantinya akan mengarah ke masyarakat tanpa negara, tanpa uang, dan tanpa kelas. kondisi inilah yang disebut dengan Komunisme. Marx selaku yang memprakarsai pemikiran ini menganggap sosialisme adalah proses untuk menuju ke suatu masa komunisme. Jadi selama ini seharusnya negara berpaham marxis disebutnya negara "sosialis", bukan negara komunis. Karena dalam kondisi Komunisme, sudah tidak ada lagi negara.
Kunjungi Instagram kami @ra'yatisme_official untuk info lebih lanjut
BalasHapus